05 Juni 2014

Cara Menghitung Bunga Kartu Kredit

|5 comments
Saat ini, hampir semua rumah tangga sudah tidak asing lagi dengan kartu kredit. Tapi, masih banyak di antara para pemilik kartu kredit yang tidak tahu atau mungkin juga tidak mau ambil pusing untuk mengetahui bagaimana perhitungan bunga kartu kreditnya. Padahal, pemahaman atas cara perhitungan bunga kartu kredit memberikan beberapa keuntungan bagi kita, yaitu antara lain:
  • mendorong kita untuk lebih bijaksana dalam penggunaan kartu kredit
  • membantu kita untuk mengatur pengeluaran rumah tangga yang berhubungan dengan kartu kredit seperti misalnya pembelian barang apa saja yang perlu dilakukan dengan kartu kredit serta pembayaran cicilan kartu kredit
  • mencegah kita dari jeratan utang kartu kredit.
Pengertian bunga pada kartu kredit adalah biaya yang dibebankan kepada pemegang kartu kredit yang muncul sebagai akibat dari pembayaran tidak penuh atau pembayaran setelah jatuh tempo.
Rumus Perhitungan Bunga:
Tingkat Bunga (%) x 12 bulan x Transaksi (Rp) x Jumlah Hari*
360 Hari
*Jumlah Hari dihitung dari tanggal transaksi hingga tanggal pencetakan tagihan
Simulasi
Tn A, seorang pemegang kartu baru, pada tanggal 3 Maret 2010 melakukan transaksi sebesar Rp1.000.000,00. Tagihan kartu dicetak setiap tanggal 10 dengan jatuh tempo tanggal 24 setiap bulannya.  Pada tanggal 10 Maret, Tn. A menerima tagihan pertama sebesar Rp1.000.000,00, dan ia lalu melakukan pembayaran sebesar Rp100.000,00 pada tanggal 15 Maret 2010.
Pada tanggal 10 April, Tn. A menerima tagihan kedua dengan rincian tagihan sbb:
a. Tagihan awal Rp1.000.000,00
b. Pembayaran Rp100.000,00
c. Beban bunga (A+B+C), lihat perhitungan di bawah
d. Tagihan akhir
Untuk perhitungan bunga yang dibebankan pada tagihan 10 April adalah sbb:
1. Tingkat Bunga x 12 Bulan x Rp1.000.000,00 x 8 hari* = A
360 Hari
* Jumlah hari dihitung dari tanggal 3 Maret s.d. 10 Maret (8 hari)
2. Tingkat Bunga x 12 Bulan x Rp1.000.000,00 x 4 hari *= B
360 Hari
* Jumlah hari dihitung dari tanggal 11 Maret sampai dengan tanggal 14 Maret (4 hari)
Beban bunga atas sisa tagihan setelah melakukan pembayaran Rp100.000,00 pada tanggal 15 Maret:
3. Tingkat Bunga x 12 Bulan x Rp900.000,00 x 27 hari* =C
360 Hari
* Jumlah hari dihitung dari tanggal 15 Maret sampai dengan tanggal 10 April (27 hari)
Jumlah bunga yang dibebankan pada tagihan bulan April adalah = A+B+C
Jumlah tagihan pada bulan April adalah Rp1.000.000 – Rp100.000,00 + Bunga (A+B+C)
Beberapa istilah yang perlu diperhatikan dalam perhitungan bunga
Tanggal cetak tagihan = tanggal cetak lembar penagihan.
Tanggal jatuh tempo = tanggal terakhir pemegang kartu harus melakukan pembayaran tagihan.
Tanggal transaksi = tanggal dilakukannya transaksi, baik pembelanjaan, penarikan tunai atau transaksi lainnya dengan menggunakan kartu kredit.
Pembayaran =  jumlah pembayaran yang dilakukan oleh pemegang kartu untuk menutup tagihan bulan sebelumnya, dapat dilakukan secara penuh atau minimum (10% dari total jumlah penagihan bulan berjalan atau sebesar jumlah tertentu).
Kesimpulan
Setelah memahami perhitungan bunga ini maka untuk menghindari beban bunga pada pemakaian kartu kredit, lakukanlah pembayaran secara penuh sesuai tagihan dan sebelum jatuh tempo.

03 Juni 2014

Cara Menghitung Kebutuhan Kawat Las

|0 comments

Menghitung  jumlah kebutuhan kawat las dari suatu proyek merupakan sesuatu yang penting, kenapa ini menjadi penting ?? karena kadang kala waktu yang diberikan pemilik proyek kepada para kontraktor untuk mengajukan penawaran sangat pendek.
A. Menghitung berat logam las per meter.
untuk menghitung berat logam las persatuan panjang (meter) yang perlu kita ketahui adalah :
  1. Luas area (A)
  2. Panjang las (L)
  3. Tebal logam las (T)
untuk kasus gambar di atas, maka kita dapat menghitungnya ;
A (luas area) = 1/2 x8 x8 = 32 mm2
Volume las untuk 1 meter panjang las V = A x L = 32mm2 x 1000 mm = 32000 mm3  = 32 cm3
jadi :
jika berat jenis baja karbon (mild steel) = 7,85 gr/cm3
maka
berat logam las untuk 1 meter = 32 x 7,85 = 251,2 gram = 0,251 kg/m
cara menghitung ini berlaku untuk bentuk-bentuk sambungan tanpa reinforcement. jika ada reinforcement maka jumlah kawat las ditambah sekitar 3%.
B. Menghitung kebutuhan kawat las
untuk menghitung kawat las yang dibutuhkan cukup menggunakan rumus :
     G =  (GL  x  P) / DE
G = Jumlah kawat las
GL = Berat logam las persatuan panjang (meter)
P  = Jumlah panjang sambungan las
DE = Deposition efficiency
Deposition Efficiency adalah perbandingan antara jumlah logam las yang dihasilkan dengan jumlah kawat las yang dipakasi dan dinyatakan dalam persen (%).
DE   =  Berat logam las (weld metal) / berat kawat las yang dipakai
biasanya data deposition efficiency ini dikeluarkan oleh masing-masing perusahaan pembuat kawat las.

Type Flanges

|0 comments


Flange adalah sambungan baut di mana dua buah pipa, equipment, fitting atau valve dapat dihubungkan bersama-sama. Mereka tersedia dalam berbagai bentuk, tekanan, rating dan ukuran untuk memenuhi persyaratan desain.
Ada enam tipe dasar flensa:
  • Blind Flange – Lap Joint Flange – Slip On Flange – Socket Weld Flange – Threaded Flange – Welding Neck Flange
  • Semua flensa ini mempunyai raised flange face kecuali lap joint flange yang hanya mempunyai flat flange face
Terdapat juga sejumlah Special Flanges:
  • Orifice Flanges: Orifice Slip-On Flange – Orifice Socket Flange – Orifice Threaded Flange – Orifice Weld Neck Flange
  • Standard Connections: Long Weld Neck Flange – Heavy Barrel Flange – Full Barrel Flange
  • Ring Type Joint Flanges: RTJ Blind Flange – RTJ Slip-On Flange – RTJ Threaded Flange – RTJ Weld Neck Flange
  • Expander Flange
  • Reducing Flange
  • Studding Outlet: Flat Bottom Mount – Shell/Head Mount – Tangential Mount
  • Weldoflange / Nipoflange
  • Orifice plate (part for orifice flange)
  • Spectacle bline (part for flange)
Blind Flange
Blind Flange
Flange jenis ini tidak memiliki lubang. digunakan pada akhir pipa atau fitting.
Lap Joint Flange
Lap Joint Flange
Jenis flange ini mirip dengan slip on flange, tetapi ada dua perbedaannya, terdapat jari-jari pada akhir flange ini dan pada face flange ini datar atau flat. Jenis flange ini digunakan jika material stub end dan flange harus dibedakan. jika pada saat instalasi pipa pemasangan baut menemui kesulitan karena keterbatasan ruang, maka jenis flange ini dapat digunakan.
Slip-On Flange
Slip-On Flange
 Flange jenis ini mempunyai ketahanan kejutan dan getaran yang rendah. Flange jenis ini sangat ideal untuk aplikasi tekanan rendah karena kekuatan nya pada tekanan internal sekitar sepertiga dari weld neck flange. serta konfigurasinya menimbulkan gangguan aliran di dalam pipa. Las-lasan bagian dalam cenderung lebih mudah terkorosi dibandingkan weld neck type flange.
Socket Flange
Socket Flange
jenis flange ini mempunyai lubang yang bertingkat,  agar pipa masuk sesuai dengan kedalamannya.
Threaded Flange
Threaded Flange
Flange jenis ini mirip dengan slip-on Flange, perbedaannya adalah memiliki (thread internal) ulir dalam. Flange jenis ini biasanya digunakan untuk tekanan rendah dan tidak digunakan untuk temperatur atau stres yang sangat tinggi.
Weld Neck Flange
Weld Neck Flange
Flange jenis ini cocok digunakan untuk tekanan tinggi, temperatur extrim, shear impact maupun getaran tinggi, Lebih lanjut, konfigurasinya tidak menimbulkan gangguan pada aliran.
ORIFICE FLANGE
Orifice Flange banyak digunakan dalam hubungannya dengan orifice meter untuk mengukur laju aliran cairan dan gas. Mereka pada dasarnya sama dengan weld neck standar, slip-on dan screwed flensa, hanya perbedaannya disini terdapat lubang  di dalam plat flange  yang nantinya berguna sebagai pengukur laju aliran fluida.
Orifice Flange
orifice flange
Standard Connection (Long Weld Neck Flange, Heavy Barrel Flange, Full Barrel Flange)
  • Long weld neck flange
long weld neck flange
  • Heavy barrel flange
heavy barrel flange
  • Full barrel flange
full barrel flange
Jenis flange ini biasanya digunakan pada noozel di pressure vessel dan jarang digunakan pada pipa.
Ring Joint Facing Flange RJF
ring joint facing flange
Expander Flange
Expander Flange
Studding Oulet Flange
Studded flange
Welding to a Flange
  • Weld Neck Flange
Weld Neck Flange
  •  Slip-on Flange
Slip On Flange
  • Lap Joint Flange
Lap Joint Flange
  • Socket Flange
Socket Flange
  • Expander Weld Neck Flange
Expandere Weld neck Flange
Jenis-jenis Flange Bolting
Machine bolt
stud bolt
Wafer butterfly valve
threaded lug butterfly valve
drilled lug butterfly valve
duel wafer check valve
threaded duel lug check valve
duel raised face check valve
Semoga bermanfaat

02 Juni 2014

Cara Membersihkan Saluran Air Mampet

|3 comments
  1. Pertama tentunya dengan menggunakan floor drain. “Meski ini elemen penting yang wajib ada di kamar mandi, masih banyak rumah yang tidak memakainya,” Seandainya pun sudah ada, ketika membersihkan kamar mandi, kita biasanya akan membuka floor drain agar air cepat masuk dan tidak menggenang. Padahal, cara ini akan membuat banyak sampah, termasuk rambut-rambut hingga plastik, masuk ke lubang saluran. Lama-kelamaan, saluran pembuangan air bisa tersumbat.
  2. Untuk membuka sumbatan, tuang atau semprotkan air panas ke lubang pembuangan. Dengan begitu,  lemak-lemak kotoran akan hancur dan terbawa air.
  3. Jika sumbatan cukup parah, Anda bisa menggunakan soda api untuk menghancurkan kotoran. Caranya, tuangkan dua hingga tiga sendok makan soda api ke dalam lubang pembuangan air, lalu diamkan sekitar 15 menit. Kemudian siram dengan air panas.
  4. Saat membangun kamar mandi, buat juga bak kontrol. Gunanya untuk mencegah kotoran yang menyumbat di pipa masuk ke saluran pembuangan. Dengan bak kontrol, endapan bisa dibersihkan dengan mudah.

  5. Suyudono menekankan pentingnya menyediakan tempat sampah di kamar mandi agar sampah --seperti plastik sampo sachet, kapas, atau tisu-- tidak masuk ke lubang pembuangan air. “Untuk floor drain, pilih yang memiliki penampung di bawah tutupnya. Jika ada sampah yang masuk, bisa tertahan pada penampungnya,” jelasnya.
  6. Jika Anda tidak bisa melihat titik yang tersumbat, gunakan selang panjang untuk menemukannya, lalu tuangkan cairan antisumbat melalui lubang selang. Diamkan sekitar lima menit, lalu siram dengan air.
  7. Kamar mandi Anda sering dikunjungi kecoak? Berarti, saluran pembuangan kamar mandi kotor dan ada pengendapan kotoran. Bersihkan saluran dengan cara menyiramkan  air panas, setidaknya dua hari sekali. Kadang-kadang,  timbul bau kecoak karena saluran pembuangannya terlalu dekat dengan kamar mandi.
  8. Karena kecoak suka sekali tempat yang lembap, pastikan kamar mandi selalu dalam keadaan kering. Pastikan juga lubang-lubang pembuangan dan pintu kamar mandi selalu tertutup, serta kawat penyaring ventilasi terpasang dengan baik. Sehingga, tidak ada jalan bagi kecoak untuk masuk ke kamar mandi, apalagi ke bagian rumah yang lain.
  9. Untuk mengusir bau tak sedap, gunakan kapur barus untuk toilet (toilet ball) dan letakkan di atas lubang-lubang pembuangan tad

Labels

Total Tayangan Halaman

Flag Counter