17 Februari 2014

Cara Keluar dari Blacklist BI (Bank Indonesia)

|0 comments
Kredit — Salah satu penyebab ditolaknya pengajuan kredit Anda ke bank atau lembaga pembiayaan adalah tercantumnya nama Anda pada daftar hitam atau blacklist Bank Indonesia (BI). Bank Indonesia sendiri sebenarnya tidak pernah mengeluarkan istilah blacklist. Daftar yang lebih dikenal dengan sebutan blacklist di kalangan masyarakat ini sebenarnya adalah daftar BI yang berisi informasi identitas nasabah dan kondisi kredit yang dimiliki, mulai dari plafon, tenor, baki debet, serta riwayat pembayaran kreditnya atau Informasi Debitur Individual (IDI).
Blacklist BI
Dari daftar yang bisa diakses secara bebas oleh bank atau lembaga keuangan anggota Biro Informasi Kredit ini dapat diketahui apakah calon debitur memiliki tunggakan kredit atau kredit macet. Bila ternyata calon debitur tercatat memiliki kredit macet, maka pihak bank bisa langsung menolak pengajuan kredit. Karena itulah, daftar ini lebih dikenal dengan istilah blacklist BI di kalangan masyarakat.
Pada daftar ini nasabah dibagi ke dalam 5 ranking. Nasabah dengan ranking 1 artinya nasabah lancar atau selalu membayar tepat waktu. Bila nasabah sudah dilabeli dengan ranking 3 itu artinya nasaga harus segera melunasi hutangnya. Sedangkan nasabah ranking 5 adalah nasabah yang memiliki tunggakan hutang atau kredit macet lebih dari 270 hari.
Untuk bisa keluar dari blacklist ini, jalan satu-satunya adalah dengan melunasi hutang tersebut. Seorang nasabah memiliki waktu paling cepat 6 bulan untuk bisa memulihkan rankingnya. Misalnya seseorang sudah mencapai ranking 5 pada blacklist BI terus membayar pelunasan utangnya dengan lancar, maka ia sudah bisa mencapai ranking  3 dalam waktu 3 bulan. Kemudian jika terus lancar membayar maka bisa pulih ke ranking 1 dalam waktu 3 bulan.
Setelah kembali ke ranking 1 maka nasabah dapat kembali mengajukan kredit. Bahkan, bila ranking nasabah sudak pulih ke rangking 1, meskipun hutangnya belum lunas, sudah bisa kembali mengajukan kredit.

Anda bisa melihat rangking Anda di IDI dengan cara mendatangi gerai BI atau secara online di website resmi Bank Indonesia

15 Februari 2014

Do'a Akhir & Awal Tahun

|0 comments
Do'a Akhir Tahun 
Caranya: 
Do'a akhir tahun dibaca 3 kali pada akhir waktu Ashar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah. Fadhilahnya adalah barang siapa membaca do'a Akhir Tahun  Maka syaithan akan berkata  “Kesusahanlah bagiku, dan sia-sia lah pekerjaanku menggoda anak Adam (manusia) pada satu tahun ini, karena mereka mengerjakan amal ini hanya dalam waktu lebih kurang 1 jam". 
Sebelum membaca doa, baca dulu surat Al-fatihah 1 kali kemudian baca doa Akhir tahun minimal 3 kali dan akhiri dengan membaca kembali surat Al-Fatihah 1 kali.

Do'anya seperti ini:

Doa Akhir Tahun 
“Bismillaahir rahmaanir rahiim. Washalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa salam. Allahumma maa ‘amiltu fii haadzihis sanatilmimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu walam tardlahu walam tansahuu wahalimta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii wada’autanii ilattaubati minhu ba’da juratii ‘alaa ma’shiyatika fainnii astaghfiruka faghfirli. Wamaa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardlaa-hu wawa’adtanii ‘alaihits tsawaaba fa as alukallaahumma yaa kariimu yaa dzal jalaa-li wal ikraami an tataqabbalaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wasallam” (3x) 

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin.

Do'a Awal Tahun 
Caranya:
Dibaca 3 kali selepas shalat Maghrib pada malam 1 Muharram. Sebelum membaca doa, baca dulu surat Al-fatihah 1 kali kemudian baca doa Akhir tahun minimal 3 kali dan akhiri dengan membaca kembali surat Al-Fatihah 1 kali. Fadhilahnya Barangsiapa yang membaca do’a awal tahun, Maka syaithan akan berkata : 
"Alangkah bahagianya orang itu, dia akan dilindungi dari godaan godaanku pada sisa umurnya, karena Allah mengutus dua malaikat untuk menjaganya dari godaan godaanku." 

Do'anya seperti ini: 
Doa Awal Tahun"Bismillaahir-rahmaanir-rahiim Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam. 

Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-’azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni  ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam."

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarganya dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin.

14 Februari 2014

6 Wajib Tahu Soal Kartu Kredit

|1 comments
Di zaman yang serba cepat dan komplek ini, kebutuhan untuk memilik kartu kredit semakin tak terhindarkan. Apalagi semakin banyak kemudahan yang hanya bisa Anda dapatkan bila membayar dengan kartu kredit. Sebut saja berbagai diskon menarik di restoran atau kafe dan supermarket, tiket pesawat, keanggotaan kartu kredit. Belum lagi Anda dapat menggunakan kartu kredit sebagai “dana darurat” ketika tiba-tiba anggota keluarga sakit dan dana darurat sesungguhnya yang Anda miliki tidak dapat diambil karena berbentuk deposito, dan saat itu bank sudah tutup. Apa pun itu, memiliki kartu kredit memang memberikan kelonggaran keuangan, walau hal itu bersifat semu. Tentu saja semu karena Anda tetap harus membayar segala yang Anda gunakan, plus bunga-berbunga kartu kredit yang saat ini mencapai 3,5 persen per bulan, apabila Anda lalai atau gagal melunasi pemakaian kredit. Jadi, simak saja enam yang wajib Anda ketahui sebagai pemegang kartu kredit, agar tidak terjebak dengan segala kemudahan dan iming-imingnya.  

Alat pembayaran. Banyak orang salah kaprah, dengan menganggap kartu kredit adalah kartu utang. Memang tidak sepenuhnya salah, tetapi anggapan itu akan memicu Anda untuk terus dan berani berutang. Yang seharusnya Anda lakukan adalah menganggap kartu kredit sebagai alat pembayaran. Artinya, kartu kredit sama saja dengan uang tunai: Kalau tidak ada uang, tidak bisa berbelanja. Sehingga, saat Anda tahu tidak punya uang untuk membeli sesuatu, Anda tidak serta-merta tergoda menggunakan kartu kredit. Anda hanya akan menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran yang lebih aman dan praktis ketimbang uang tunai. 

Waktu membayar. Karena Anda menganggap kartu kredit sebagai alat pembayaran semata, maka Anda harus memaksimalkan cara pembayaran yang tepat agar tidak terkena bunga. Yaitu, dengan membayar sebelum tanggal jatuh tempo. Kalau keadaan memaksa, sehingga Anda terpaksa memberlakukan kartu kredit sebagai kartu utang, maka lunasi seluruh pemakaian. Tidak bisa melunasi secara penuh? Membayar jumlah minimum memang mengoda, tetapi sistem bunga berbunga bakal membuat pembayaran Anda selalu tertinggal dengan laju kecepatan utang pokok yang dibungakan, lalu dibungakan lagi. Hasilnya tidak akan ada akhirnya. Bayar sekitar dua sampai tiga kali dari jumlah pembayaran minimum. 

Jumlah kartu kredit. Lebih baik memiliki satu kartu kredit dengan limit tinggi, ketimbang beberapa kartu kredit untuk mencapai limit yang sama. Dengan satu kartu kredit, Anda hanya harus membayar biaya tahunan untuk satu kartu, sementara kalau, misalnya, lima kartu kredit, maka ada lima biaya tahunan. Belum lagi kalau Anda aktif menggunakan semua kartu tersebut, bisa runyam. Limit kartu kredit. Nah, sekarang, berapa jumlah ideal limit kartu kredit Anda? Sebagian besar akan menjawab, ‘setinggi-tingginya.’ Namun benarkah demikian? Kalau Anda menganggap kartu kredit sebagai alat pembayaran, maka limit kartu kredit yang tepat adalah sebesar maksimal lima kali pengeluaran rutin bulanan. Jadi, kalau pengeluaran Anda lima juta rupiah dalam sebulan, maka limit maksimal kartu kredit Anda adalah Rp25 juta. Dengan asumsi pengeluaran bulanan Anda 40 persen dari penghasilan, maka itulah angka yang cukup moderat, yang Anda masih bisa tanggung setiap bulan. Tentu dengan catatan Anda tidak punya utang lain. 

Nasabah yang baik di mata penerbit kartu kredit. ‘Saya selalu melunasi utang kartu kredit, bahkan sebelum jatuh tempo.’ Percaya atau tidak, Anda tidak akan dianggap sebagai nasabah yang baik di mata penerbit kartu kredit. Indikasi paling simpel yang terjadi saat Anda melakukan cara tersebut adalah tagihan kartu kredit Anda bakal semakin tipis, tidak ada lagi brosur-brosur cantik yang menawarkan berbagai diskon bila Anda menggunakan kartu kredit. Lebih runyam lagi, bisa jadi perusahaan penerbit kartu kredit mengalihkan penagihan menjadi via e-mail, ketimbang surat seperti yang selama ini Anda dapatkan. Selain itu, apabila Anda tidak pernah menggunakan kartu kredit sampai limit kredit Anda – yang sesungguhnya hal itu baik di mata nasabah dan perencana keuangan di seluruh dunia – maka jangan harap penerbit kartu kredit akan menawarkan peningkatan limit kredit. Bahkan, alih-alih ditawarkan, Anda yang harus mengemis agar limit dinaikkan, dan membayar administrasi untuk permohonan tersebut. Dari sisi penerbit kartu, itu hal yang masuk akal karena buat apa mereka menaikkan atau memberikan limit yang lebih tinggi, sementara diberi limit yang ada saat ini juga tidak pernah digunakan.

Labels

Total Tayangan Halaman

Flag Counter